Mengelola Resiko Sebagai Pilar Keselamatan.

0
35

Sebagai perusahaan MRO terdepan, lingkup bisnis GMF meliputi Line Maintenance, Base Maintenance, Component Maintenance, serta Engine Maintenance. Tak sekadar memaksimalkan bisnis dari lingkup internal, GMF AeroAsia terus berekspansi dengan berkolaborasi dengan pihak- pihak eksternal.

Dalam menjalankan bisnisnya, GMF senantiasa mengedepankan aspek safety sebagai prioritas di industri penerbangan dan perawatan pesawat. Dibutuhkan pengembangan kapasitas dan kapabilitas tiap personel GMF secara berkelanjutan, guna menghindari potensi bahaya atau hazard. Hal tersebut telah diantisipasi oleh perusahaan melalui langkah-langkah preventif dalam mitigasi risiko.

HIRAM (Hazard Identification Risk Assessment & Mitigation) adalah sebuah proses identifikasi bahaya dan penilaian risiko serta cara mitigasinya. Hal tersebut bertujuan untuk mengidentifikasi, mengklarifikasi, hingga mengendalikan bahaya atau risiko dari setiap tahapan kegiatan operasional maupun produksi.

Menurut GM Safety Inspection GMF Dimas Prabowo Rizkillah, proses mitigasi akan menghindari risiko yang mungkin terjadi. “Dari mitigasi ini kami berupaya untuk memberi citra positif. Ketika ada kejadian yang tidak diinginkan, akan berimbas pada brand image perusahaan. Terlebih kita sudah public company. Dari sinilah kami selalu mengupayakan seluruh GMF AeroAsia terus mengembangkan kapabilitas dan kapasitasnya untuk menangkap peluang bisnis tersebut. kegiatan operasional berjalan sesuai prosedur,” katanya dalam sebuah kesempatan.

Untuk memberi panduan detil bagi masing-masing Kepala Dinas beserta Safety Action Group, GMF Aeroasia juga memiliki prosedur yang telah tertuang dalam Safety Management Manual (SMM) Part 2 yang menjelaskan alur serta prosedur kerjanya. Termasuk langkah yang harus dilakukan ketika mengidentifikasi hazard, melakukan risk analysis dan risk assessment-nya termasuk bagaimana memitigasi risiko.

HIRAM dan QP 225- 02 berfungsi untuk mengidentifikasi perubahan di area masing-masing sehingga setiap risiko dapat dimitigasi dengan tepat. “Dengan melaksanakan sesuai HIRAM, keuntungan bagi kita adalah bisa memenuhi prosedur dari otoritas – dalam hal ini DKKPU.,” ujarnya lagi.

Implementasi manajemen risiko merupakan upaya mewujudkan lingkungan kerja yang aman, nyaman dan sehat, sekaligus meningkatkan pemberdayaan yang dimiliki. Secara prinsip manajemen risiko dapat mengurangi dampak negatif risiko yang bisa berakibat pada kerugian. Oleh karena itu, setiap risiko harus ditangani sesuai dengan karakternya sehingga penanganan dapat dilaksanakan tepat sasaran dan sesuai harapan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here