Berubah, Siapa takut?

0
24

Salah satu tantangan terbesar yang harus dihadapi oleh organisasi saat ini adalah volatilitas pasar global dan inovasi teknologi yang terus berkembang.

Globalisasi dan inovasi teknologi telah mempengaruhi pasar dan juga menyebabkan lingkungan bisnis yang terus berkembang.

Setiap organisasi harus adaptif terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya agar tetap eksis. Organisasi yang menolak untuk berubah ke arah yang baik tentunya akan dipaksa keluar atau tertinggal dari perusahaan-perusahaan yang terus melakukan inovasi untuk bergerak maju ke depan. Ya, sedikit-banyak hukum rimba berlaku di sini. Sudah bukan zamannya lagi untuk melakukan suatu hal yang sama setiap tahunnya untuk mendapatkan hasil yang sama

PERENCANAAN PERUBAHAN

Perubahan sebaiknya tidak dilakukan secara serta- merta tanpa perencanaan atau mapping terlebih dahulu. Maka dari itu munculah istilah manajemen perubahan (change management). Singkatnya, manajemen perubahan adalah pendekatan terstruktur untuk memastikan bahwa perubahan dilakukan secara menyeluruh dan memberi manfaat bagi organisasi dalam mencapai sasaran serta tujuan organisasinya. Manajemen perubahan bertujuan untuk merencanakan dan menerapkan strategi perubahan, mengendalikan perubahan serta membantu orang untuk beradaptasi terhadap perubahan.

Manajemen perubahan dapat diterapkan untuk mengubah individu, tim, dan organisasi kepada kondisi masa depan yang diinginkan. PT GMF AeroAsia Tbk merupakan salah satu perusahaan yang telah menerapkan change management. Menurut GM Corporate Culture GMF Abdul Hadi Syahab, yang perlu ditekankan adalah mengapa harus berubah? Pertanyaan ini penting karena change management yang terjadi dalam satu perusahaan dengan perusahaan lain tentu berbeda.

“Kenapa kita harus berubah? Karena kita membutuhkan sustainable growth. Kita butuh berkembang, tapi kita juga tetap butuh sustain. Jadi, tidak hanya berkembang, tapi juga bertahan. Customer menuntut kualitas dan pelayanan terbaik dengan harga murah,” katanya.

Selain itu, ia mengatakan ada tantangan internal dan eksternal yang harus dihadapi. Abdul memberi contoh, kompetitor yang makin demanding, hingga pabrikan (OEM) yang makin agresif.

Jadi, selain membuat, saat ini pabrikan ingin merawat armada pesawat terbang. Masih menurut Abdul, segala sesuatu yang terkait dengan pekerjaan sejatinya merupakan proses menuju perubahan. Tujuan besar yang diusung oleh perusahaan akan diaplikasikan dalam berbagai project perusahaan. “Contohnya adalah project di GMF yang bersifat strategis. Misalnya saja project pengembangan kapabilitas atau kapasitas yang ada di luar Cengkareng,” ungkapnya lagi.

AGENDA PERUBAHAN

Para pelaku bisnis pun tak menafikan bahwa perubahan tidak bisa dihindari. Masing- masing memiliki porsi dalam melakukan change management. Dari sisi budaya kerja, Abdul menambahkan bahwa change management memiliki keterkaitan erat dengan perilaku individu. Ia mengaku, pihaknya memiliki tiga agenda besar terkait hal ini. Pertama adalah safety, quality, dan disiplin.

“Bisnis ini dilatarbelakangi oleh safety dan quality. Tanpa itu, customer bisa kabur. Apalagi sekarang kita punya business partnership dengan Air France Industries KLM Engineering & Maintenance (AFI KLM E&M) yang berbasis di Eropa dan mementingkan proses. Basis dari proses itu adalah kompetensi pembangunan SDM. Kalau prosesnya berjalan dengan benar, maka hasilnya sesuai dengan yang diharapkan. Jadi, yang diukur adalah personal dan attitude,” paparnya.

Pada praktiknya, penilaian kinerja karyawan GMF kini dilakukan melalui suatu sistem yang sistematis, tercatat, terpantau tiap hari, dan bersifat dua arah. Artinya, baik atasan maupun bawahan dapat memberikan feedback. Hal tersebut dianggap tepat mengingat demografi karyawan GMF, 70%-nya merupakan kaum milenial.

Agenda berikutnya adalah spiritual. Karenanya, Jajaran Direksi ingin menanamkan kepada para karyawan bahwa kerja adalah wujud ibadah yang harus dimaknai dengan baik dan sungguh-sungguh. Lalu, apa kemudian?

Selanjutnya adalah inovasi. Inovasi adalah langkah yang dilakukan oleh perusahaan dan pelaku bisnis dalam meningkatkan kemampuan dan daya saing bisnisnya. Istilah lainnya adalah scale up business. Kalau caranya begitu-begitu saja pasti kita akan ketinggalan. Jadi, pola pikir kita pun harus out of the box meskipun industri ini high- regulated.

“Saat ini sudah terdapat ratusan ide dari milenial GMF dalam suatu komunitas. Mereka sangat antusias. Produknya mencakup digitalisasi, robotik, hingga improvement untuk efisiensi. Tinggal diimplementasikan saja. Tidak melulu top-bottom, mungkin saja bottom-up,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here